Minggu, 04 April 2010

PENGARUH KONSENTRASI GARAM (NaCl) TERHADAP MUTU PETIS IKAN LAYANG (Decapterus russeli)

Pengolahan pindang ikan, biasanya menghasilkan sisa hasil rebusan (residu) yang bergaram yang biasanya menjadi limbah olahan proses pemindangan dan tidak jarang dimanfaatkan. Petis dan kecap ikan adalah bentuk olahan ikan yang diolah dengan memanfaatkan limbah hasil olahan (ekstrak ikan), dimana proses pengolahannya diberi tambahan bumbu-bumbu dan gula merah, yang direbus hingga mengental dan diberi tambahan air tajin sebagai pengemulsi untuk membentuk pasta ikan. Sehingga meningkatkan nilai ekonomis limbah cair hasil pemindangan menjadi produk pangan yang bernilai gizi tinggi.
Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan mulai dari November-Desember 2008 bertempat di Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan UMMU-Ternate, dengan tujuan melihat penagruh konsentrasi garam (NaCl) terhadap mutu petis ikan layan. Uji organoleptik dan mikrobiologi digunakan untuk melihat mutu dan hasil uji organoleptik menunjukan bahwa petis dengan lama penyimpanan 3 hari memiliki nilai organoleptik rata-rata cukup baik dan dapat diterima, sedangkan petis dengan lama penyimpanan 0 nilai penerimaan masih kecil bila disbanding dengan lama penyimpanan 3 hari, sedangkan daya suka menunjukan bahwa tingkat kesukaan konsumen terhadap ketiga perlakuan (A1, A2, A3, pada petis ikan dengan konsentrasi NaCl 20% lebih disukai dari pada petis ikan dengan konsentrasi NaCl 40 % dan 60%. Uji mikrobiologi Untuk perlakuan (A1, konsentrasi NaCl 20%) menunjukan pertumbuhan koloni yang sedikit dalam jumlah hitungan cawan dengan nilai rata-rata Alt (11,332 kl/gr) pada penyimpanan hari ke-nol, pada penyimpanan hari ketiga hitungan pertumbuhan jumlah koloni yang sedikit terdapat pada perlakuan A2, konsentrasi NaCl 40%), dengan hitungan koloni (22.000 kl/gr).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar